Apa Saja Komponen Gaji karyawan, ini Dia ulasanya

Memberikan gaji terhadap seorang karyawan bukanlah suatu hal yang mudah seperti kelihatannya. Karena ternyata ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan, itu disebut dengan komponen gaji. Semua komponen-komponen tersebut haruslah ditepati karena gaji ini terkait dengan hak yang perlu diberikan kepada seseorang. Jadi perhatikan semua komponen tersebut dengan tepat dan berikan dengan cermat.

Kiranya ada empat hal yang menjadi komponen dari gaji untuk seorang karyawan. Bahkan gaji karyawan ini sudah diatur dalam peraturan undang-undang yang ada di Indonesia. Karenanya jangan sampai salah ketika memberikan gaji kepada seorang karyawan, perhatikan dengan baik komponen gaji tersebut. Karena ini terkait dengan hak dari seorang pegawai, berikut ini adalah komponen-komponen dari gaji tersebut.

1. Gaji Pokok

Hal pertama yang termasuk dalam komponen yang harus dibayarkan pada gaji seseorang adalah gaji pokok. Untuk besaran gaji pokok sebenarnya sudah harus mengacu pada umr yang berlaku di daerah masing-masing. Karena nilai umr ini dianggap paling ideal, sehingga seharusnya gaji itu tidak boleh kurang dari umr, bahkan seharusnya lebih dari umr.

Umr ini digunakan sebagai patokan utama yang nominalnya sudah ada pada peraturan daerah masing-masing. Besaran umr ini juga disesuaikan dengan harga yang ada pada daerah tersebut. Sehingga gaji yang ideal bagi seorang pegawai haruslah mengikuti umr yang berlaku di daerah tersebut.

2. Tunjangan

Hal kedua yang masuk ke dalam komponen adalah tunjangan. Untuk besaran tunjangan ini, sedikit berbeda dengan umr tidak ada patokan yang pasti. Biasanya tunjangan yang diberikan berupa uang makan siang, dan uang transport. Untuk kedua tunjangan tersebut harus diperhitungkan setiap harinya. Tapi jika karyawan tersebut izin atau cuti, maka kedua tunjangan tersebut tidak perlu diberikan.

Selanjutnya ada juga tunjangan yang sifatnya berdasarkan momentum yang berlaku. Seperti tunjangan hari raya, yang hanya diberikan saat idul fitri tiba. Atau ada tunjangan kesehatan yang berfungsi hampir mirip seperti asuransi kesehatan, sehingga bisa dipergunakan jika karyawan tersebut sakit. Tentunya perhitungan tunjangan ini disesuaikan dengan kebijakan yang ada di perusahaan.

3. Potongan

Apabila sebelumnya terkait penambahan pada gaji yang bisa diberikan untuk karyawan, maka sekarang ada pemotongan. Untuk potongan ini sama seperti tunjangan sifatnya tidak bisa disama-ratakan. Kembali lagi ini terkait dengan kebijakan yang ada pada perusahaan tersebut. Beberapa potongan yang diterapkan biasanya berupa iuran kesehatan, iuran tunjangan kesehatan, dan pajak penghasilan.

Selain potongan di atas ada juga perusahaan yang memberikan potongan terkait dengan sifat tidak disiplin yang dilakukan oleh karyawannya. Seperti terlalu banyak melakukan izin, sering terlambat, ataupun sering melakukan kesalahan yang sifatnya disengaja. Dengan melakukan potongan terhadap gaji yang diterima dianggap bisa mendisplinkan sifat pegawai yang kurang baik itu.

4. Uang Lembur

Terakhir yang paling sering dilupakan, namun sebenarnya paling penting adalah uang lembur. Terkhusus uang lembur ini sifatnya dihitung apabila seorang karyawan bekerja setelah lewat waktu pulang yang telah ditentukan. Hal ini biasanya umum terjadi ketika pekerjaan sedang sangat menumpuk, sehingga tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Atau ketika pegawai tersebut hendak bepergian karena alasan kerja, maka uang tambahan diperlukan.

Itulah tadi beberapa hal yang termasuk ke dalam komponen gaji. Jadi baik itu karyawan maupun pemilik usaha harus sudah mengetahui kewajiban dan haknya masing-masing. Karena balik lagi jika di dunia ini sama sekali tidak ada yang gratis. Begitu pun karyawan yang sudah merelakan tenaga dan waktunya untuk bekerja. Tentunya hal tersebut harus dibayar dengan sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *